Internasional

Sosok yang Diduga Provokator Penyerangan Terhadap Umat Islam di India Profil Kapil Mishra

Belakangan ini kembali menjadi perhatian berbagai duunia. Bagaimana tidak, kerusuhan besar terjadi di New sejak awal pekan di Timur Laut dan telah menyebabkan 30 orang tewas hingga ratusan orang luka luka. Tak hanya menghilangkan beberapa nyawa orang, kerusuhan ini juga tentu sangat merugikan karena telah merusak beberapa fasilitas umum.

Ada beberapa tokoh yang diduga memperlopori kerusuhan terburuk di ini. Salah satunya , ia merupakan provokator pembantaian umat di . Hal ini karena ia mulai mengancam kelompok CAA (Citizenship Amandment Act), Undang undang yang dianggap Anti Muslim.

Dikutip laman kompas.com, perselisihan dimulai pada Minggu (23/2/2020) antara demonstran pendukung Hindu beserta penolak UU CAA yang beragama Islam. Kerusuhan ini terjadi sepanjang kunjungan resmi pertama Presiden AS Donald Trump ke India. Peristiwa yang mengintimidasi umat muslim ini terjadi di 18 kilometer dari pusat Ibu Kota.

Ini profil Kapil Mishra yang diduga sebagai provokator dari kerusuhan ini. BJP merupakan sebuah partai politik nasionalis Hindi di India. Partai ini petama kali dibentuk pada tahun 1980 dan diketuai oleh Rajnath Singh.

Ibu dan ayah Mishra pernah menduduki jabatan penting di India. Ibunya, Annapurna Mishra adalah mantan Walikota Delhi Timur yang berafiliasi dengan BJP. Sedangkan ayahnya, Rameshwar Mishra ‘Pankaj’ adalah mantan pemimpin sosialis, pemikir dan penulis.

Mishra pada awalnya merupakan anggota partai AAP dan terpilih untuk Majelis Legislatif Delhi dari Karawal Nagara dengan AAP tiket dalam pemilihan 2015. Namun, hubungan Mishra dan para pemimpin AAP memburuk, sebab Mishra mengajukan pengaduan korupsi terhadap AAP dan Ketua Menteri Delhi saat itu Arvind Kejriwal dengan tuduhan menerima suap. Ulahnya yang sering menyerang partainya sendiri ini, membuat ia harus di diskualifikasi sebagai anggota AAP pada tahun Agustus 2019 lalu.

Mirha bergabung dengan BJP pada 17 Agustus 2019, dan melanjutkan ke pemilihan dan kehilangan jejak pendapat Majelis 2020 sebagai kandidat BPJ dari Model Town. Selama pemilihan itu, ia memberlakukan larangan kampanye selama 48 jam untuknya karena pernyataannya kontroversial. Ia mengatakan bahwa pemilhan itu adalah kontes antara India dan Pakistan yang menyiratkan bahwa AAP mewakili Pakistan.

Tepat sebelum kerusuhan melanda, Mishra diduga memberikan ultimatum kepada polisi Delhi. Yakni dengan membersihkan jalan di dekat statiun metro Jaffrabad dimana orang orang yang dasarnya memprotes Undang undang Kewarganegaraan (CAA). Ultimatum ini kemudian menjadi percikan yang memicu kerusuhan komunal, menurut banyak warganet dan para pemimpin yang sekarang.

Mereka menuntut Mishra untuk segera dipenjarakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More