Internasional

Pakar Kritik Angka Infeksi Covid-19 Rusia Rendah

Bila ditilik dari angka resminya, Rusia bisa bangga karena memiliki jumlah kasus Covid 19 yang tidak terlampau tinggi. Bisa jadi dianggap sebagai negara yang memiliki kesiapan melawan pandemi global asal Wuhan, China ini. Pada Minggu lalu, Rusia mengonfirmasi ada 367 kasus Covid 19.

Sementara menurut catatan The Wuhanvirus, ada 350 kasus aktif dan satu orang korban jiwa. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh ada 16 orang. Melansir , angka ini tentu bisa dikatakan tidak fatal.

Bukan karena kurangnya pengujian, sebab Pemerintah Rusia mengklaim bahwa mereka telah melakukan lebih dari 140.000 tes. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat melaporkan 25.000 lebih kasus Covid 19 dengan total pengujian yang sama. Fakta ini berasal dari penelitian dan perhitungan yang dilakukan John Hopkins University.

Sementara itu, Pejabat Rusia justru mengaitkan sedikitnya angka infeksi dengan kontrol dan penutupan perbatasan yang agresif. Kondisi ini tidak lepas dari kritikan pakar yang memberi peringatan bahwa bisa saja ada infeksi corona yang jauh lebih tinggi. Kenyataannya Presiden Rusia Vladmir Putin berniat mempertahankan citra pemerintahan yang tenang.

Terlepas dari apa yang sebenarnya mungkin saja sedang terjadi di negara ini. Pada rapat kabinet Selasa lalu, Putin menyatakan bahwa situasi terkendali. "Berkat tindakan cepat yang diambil secara proaktif pada minggu minggu pertama epidemi, kami berhasil menahan masifnya (infeksi)."

"Saya ingin menggarisbawahi (maksudnya) penyebaran corona secara besar besaran dan penyebaran infeksi di Rusia," kata Putin. Tidak bisa dipungkiri, Rusia cepat tanggap menanggulangi pandemi Covid 19 ini. Lepas kabar pecahnya virus corona di China pada Januari lalu, Rusia dengan cepat menutup perbatasannya yang luas di area darat.

Sejak Februari lalu pemerintah Rusia juga telah melarang kedatagan turis dari Tiongkok. Upaya pencegahan infeksi terbarunya adalah megarantina semua warga asing yang berasal dari negara terjangkit. Juru bicara Aliansi Dokter Rusia, Ivan Konovalov mengatakan langkah langkah ini tidak efektif menghalangi penyebaran penyakit ini.

Dia menyebut pemerintah mungkin saja menggunakan dalih sakit pneumonia untuk menutupi kasus Covid 19. "Menurut beberapa sumber, jumlah kasus corona sedang disembunyikan dan dialihnamakan dengan pneumonia yang ditularkan di masyarakat," katanya mengutip dari NBC News. "Pasien didiagnosis dengan 'pneumonia' tanpa dites untuk virus corona, yang bisa menyebabkannya," tambahnya.

Pada 13 Maret, badan statistik negara Rusia melaporkan peningkatan 37 persen kasus pneumonia di Ibukota Moskow, sama dengan Januari lalu. Namun pemerintah Moskow mengeluarkan pernyataan kontradiktif pada hari itu. Mereka menyebut ada penurunan kasus 7 persen pada Januari.

Saat disinggung terkait hal ini, otoritas keamanan konsumen Rospotrebnadzor Rusia memilih untuk tidak menanggapi hal ini. Sama halnya dengan yang dilakukan otoritas Departemen Kesehatan Moskow. Pakar kewarganegaraan Rusia dari King's College di London mengatakan, dia "berharap" langkah langkah pemerintah Rusia telah menurunkan angka infeksi.

Namun dia percaya bukti jurnalistik dan anekdotal menunjukkan tingkat infeksi yang mungkin lebih tinggi dan signifikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More