Sport

Muhammad Akbar Kurniawan Diharapkan Kedua Orang Tuanya Menuai Prestasi Besar di Tahun 2020

Tentu masih ingat dengan Muhammad Akbar Kurniawan. Ya, atlet remaja berkuda ketangkasan lazim disebut rider kebanggaan Indonesia ini semakin berkibar dengan menggenggam banyak trofi pada penampilannya di sepanjang tahun 2019. Terkoleksi puluhan trofi dari keikutsertaannya di banyak event lokal dan global. Pada 2020, Aan sapaan akrabnya tentunya diharapkan akan lebih menuai prestasi besar. Itu juga harapan orangtuanya. Anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Ir.Fatchul Anas dan Ernawati Yohana ini diproyeksikan dapat berpartisipasi di pelbagai kejuaraan equestrian dalam dan luar negeri.

Seiring dengan kematangan sikap, keseriusan dan militansinya dalam berlatih, Aan diharapkan bisa lebih eksis. Dukungan penuh dari kedua orangtua, serta kedua kakaknya, tetap menjadi modal besar. Usia yang bertambah juga meningkatkan daya antisipasinya terhadap semua lawan, baik di event lokal maupun global. Aan kini 16 tahun. "Semoga tahun 2020 Allah SWT memberi kesehatan, kekuatan dan kemudahan untuk tetap berprestasi. Khususnya lebih meningkat prestasi internationalnya. Aan bisa lebih sering dapat mengibarkan bendera merah putih, mengharumkan nama Indonesia," ungkap Fatchul Anas, yang pemilik Kurnia Stable itu, Minggu (29/12/2019) malam.

Jangan ditanya besarnya investasi yang sudah 'dibenamkan' Fatrchul Anas untuk membuat Aan tetap serius menekuni equestrian di tengah kesibukannya menempuh pendidikan formal. Apalagi, kakak Aan yakni Muhammad Akbar Maulana juga terjun di olahraga yang sama. Akbar Maulana bahkan sempat diproyeksikan ke pentas equestrian Asian Games 2018, dengan berlatih selama beberapa bulan di Jerman. Akbar Maulana dan Akbar Kurniawan sudah menentukan pilihannya untuk bersinergi dengan equestrian. Catatan prestasi yang sudah mereka torehkan tentunya sangat membanggakan orangtuanya.

Aan dan Akbar Maulana, kata Fatchul Anas, diproyeksikan mengikuti seluruh event dalam kelander kegiatan disiplin equestrian dari PP Pordasi. Untuk Aan, setidaknya sudah dipastikan jika pada April mendatang dia akan bertanding di final Dressage Piala Asia U 21 di Taipei. "Kami berharap pada 2020 nanti dia bisa mengikuti semua pertandingan Dressage dan Jumping di dalam negeri. Juga sudah mulai berlatih dan bertanding di Jerman dan Belanda," kata Fartchul Anas.

Sebagaimana sebagian besar rider lainnya, Aan selama ini tampil di dua disiplin equestrian, yakni Dressage dan Jumping. Masing masing tentu ada tantangannya sendiri. Mampu bersinergi baik dengan kuda yang menjadi tunggangannya tentu menjadi challenge terbesar. Di Jumping, selaras dengan peningkatan kemampuannya, Aan sudah kian berani berinteraksi dengan rider rider yang jauh lebih senior dan berseteru di kelas yang lebih tinggi. Aan seolah tak puas berkompetisi di kelas 110 atau 115 cm yang diikuti banyak rider seusianya. Ia tak sekadar 'bermain' di 120 cm, akan tetapi juga di 125 cm dan di 130 cm. Di 125 cm Aan bahkan sudah mampu mengungguli 'para penguasa' di kelas tersebut, yakni rider senior seperti Ferry Hadiyanto dan Yanyan Hadiansyah.

Aan sudah terbiasa membuat penampilan tanpa kesalahan atau clear round saat mengungguli para seniornya tersebut di kelas kelas bawah yang lebih dikuasainya, seperti 110 cm dan 115 cm. "Alhamdulillah, Aan semakin percaya diri tampil dengan rider rider yang jauh berpengalaman dan lebih senior. Pada akhirnya itu akan membuat penampilannya semakin matang," papar Fatchul Anas.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More