Internasional

Mike Mengubur Saima Bersama Gaun Pengantinnya Istri Meninggal 4 Bulan Setelah Menikah

Berita viral hari ini. 4 bulan menikah, seorang pria harus relakan istri dikebumikan memakai gaunnya. Dalam waktu seminggu semua berubah karena penyakitnya dikira hanya flu biasa. Pria ini harus rela dan terpaksa mengubur sang istri yang mengenakan gaun pernikahannya setelah 4 bulan menikah. Ia pun memberanikan diri untuk menceritakan kronologi ketika suatu minggu ia merasa 'mati rasa dan tak bisa menangis.'

Michael Herz, 29, dari Cheshire, selatan kota Liverpool, Inggris harus kehilangan Saima, 30, empat bulan setelah mereka menikah ketika dia mengidap kondisi otak langka saat desember tahun 2018 yang lalu. Dilansir dari The Sun, (12/12/2019), pada 18 Desember 2018 yang lalu Michael mengucapkan selamat tinggal kepada Saima di pemakamannya setelah pertempurannya dengan ensefalitis . Ensefalitis adalah peradangan akut (bengkak) otak yang dihasilkan baik dari infeksi virus atau ketika sistem kekebalan tubuh melakukan kekeliruan dengan menyerang otak, dikutip dari Hellosehat.

Kematian Saima ini begitu mendadak karena gejala penyakit hanya dianggap sebagai flu biasa oleh dokter, lalu meninggal beberapa hari kemudian setelah didiagnosa kembali. Michael yang juga kehilangan ibu dan saudara laki lakinya dalam kecelakaan mobil pada tahun 2002 yang lalu itu pun masih berjuang untuk berdamai dengan kematian istrinya hingga sekarang. Berbicara kepada dilansir dari DailyMail, dia mengatakan:

“Saya bahkan tidak memiliki kata kata untuk menggambarkan apa yang telah terjadi." "Ini semacam lelucon, lelucon yang mengerikan, luar biasa tidak terduga." Awalnya Mike diberitahu oleh dokter bahwa Saima dirasa masih muda dan sehat, ia seharusnya bisa pulih sepenuhnya.

Tetapi dalam waktu 24 jam dokter pun kembali menjelaskan bahwa ia adalah orang yang paling sakit di bangsal perawatan intensif. Dan lima hari kemudian, Mike harus memegangi istrinya sambil melepas peralatan pendukung hidupnya yang dimatikan. “Itu hanya sekitar satu minggu sejak dia jatuh sakit."

"Saya tidak punya waktu untuk memproses apa yang sedang terjadi." "Rasa sakitku begitu kuat; aku bahkan terlalu mati rasa untuk menangis." "Dia dimakamkan dengan gaun pengantinnya,ia pernah berpesan jika ingin memakai lagi gaun itu suatu hari nanti."

Pada saat Michael pertama mengetahui istrinya sakit Saima hanya disarankan untuk beristirahat dan minum parasetamol saja saat di rumah sakit. Juga karena ia berasumsi Saima hanya merasa flu dan pilek ketikamusim dingin Desember tahun lalu. Namun setelah beberapa jam ketika sang istri kembali masuk rumah sakit, teleponnya berdering.

Dikabarkan kepada si Michael, sang istri kesehatannya telah menurun dengan cepat dan dianggap sangat berbahaya. Baru empat hari kemudian, dokter bertanya kepada keluarga Michael dan Saima apakah mereka rela untuk mematikan mesin pengyambung hidup Saima. Dikatakan bahwa, Saima jantung Saima sudah tidak berdetak lagi.

Waktu itu aku memberinya ciuman terakhirku untuknya, dan memberitahunya bahwa aku mencintainya, aku akan membuatnya bangga." Pada awalnya dikira hanya gejala flu dan demam biasa, ternyata ini adalah ensefalitis , radang otak yang berpotensi mematikan yang disebabkan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang. Michael melanjutkan: "Saima adalah segalanya bagiku dan sekarang dia pergi."

Ketika ia pertama kali melihat Saima saat kencan pertama mereka yang tak terlupakan di pusat kota Manchester pada September 2015, Michael langsung tahu bahwa dia adalah satu satunya yang ia inginkan sebagai pasangan hidup. Yakin dia telah bertemu belahan jiwanya, Michael pun melamar Saima pada bulan September 2016, setahun setelah menjalain hubungan. Ini mungkin terlihat sangat cepat, tetapi tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa saya telah menemukan belahan jiwa saya”.

“Saima adalah sahabatku. Dia sangat elegan orang yang paling lembut, paling baik yang pernah Anda temui.” Dia dimakamkan memakai gaun pernikahannya, yang selalu dia katakan ingin dipakai lagi suatu hari nanti. "Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah tragedi ini menjadi hal positif bagi orang lain," kata Michael.

“Bahkan mereka yang selamat dari ensefalitis dapat masih merasakan rasa sakit yang mengerikan." "Lebih banyak penelitian akan berarti bahwa orang orang seperti Saima tidak hilang begitu saja." "Ini adalah kondisi yang berbahaya karena tidak seperti itu disebabkan oleh satu hal yang dapat dihindari."

"Dalam kasus Saima, dokter bahkan tidak tahu apa yang memicu penyakitnya." “Saya ingin membuat donasi yang besar dansebanyak mungkin sehingga suatu hari kami memiliki obat dan perawatan yang lebih baik untuk melawan penyakit ini."

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More