Metropolitan

Ekskavator Turun Buat Liang Lahat di TPU Tegal Alur Kalideres Penggali Makam Siaga Hingga Malam

Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan SOP korban Covid 19 di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat tiap harinya terus bertambah. Bila sepekan lalu dalam sehari rata rata ada 10 jenazah yang dimakamkan, kini dalam beberapa hari terakhir bisa mencapai 15 jenazah dengan SOP Covid yang dimakamkan di TPU Tegal Alur. Bahkan, area makam di Blok AA I yang diperuntukan untuk jenazah SOP Covid 19 kini sudah makin melebar hingga ke tempat yang pekan lalu menjadi area parkir mobil jenazah.

"Kami memang siapkan banyak lubang agar jenazah yang tiba langsung dimakamkan," kata Adi, petugas makam TPU Tegal Alur, Minggu (5/4/2020). Adi mengatakan, proses penggalian lubang makam saat ini telah menggunakan ekskavator. "Karena kasihan petugas kalau masih digali manual, tenaga mereka sudah capek buat makamin jenazah karena kan ini kita sampai malam masih siaga," kata Adi.

Selain digali menggunakan alat berat, jarak antara makam saat ini juga terlihat lebih pendek dibanding makam umum yang ada di TPU Tegal Alur. Bila di makam umum jarak antar makam sekira 1,5 meter, maka untuk jarak antar makam jenazah dengan SOP Covid 19 hanya sekira satu meter saja. Tanpa membunyikan sirine, mobil jenazah terus berdatangan ke area Blok AA I TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Lokasi itu merupakan lokasi pemakaman untuk jenazah dengan SOP Covid 19, yakni baik mereka yang telah positif atau pun yang meninggal dalam status pasien dalam pemantauan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP). Kali ini, mobil jenazah yang datang tak hanya milik Dinas Pemakaman DKI Jakarta. Ada juga mobil jenazah milik Sudin Pemakaman Jakarta Utara dan dari Dompet Dhuafa.

Tiap satu mobil jenazah diikuti minimal oleh satu mobil yang mengangkut para keluarga. Beberapa sepeda motor juya ada yang ikut mengiringi kendati jumlahnya tak sebanyak pemakaman biasa. Alhasil, jumlah kendaraan yang terparkir di area TPU tempat jenazah SOP Covid 19 lebih ramai ketimbang kendaraan yang melintas di jalanan depan TPU.

Lantaran banyaknya jenazah yang datang, mobil jenazah pun harus antre untuk bisa menurunkan dan memakamkan para jenazah. "Sekarang emang lebih banyak yang datang, hari ini aja (Sampai Pukul 15.00 WIB) sudah 10 jenazah yang dimakamkan," kata seorang petugas makam, Minggu (5/4/2020). Selama petugas makam yang telah dilengkapi APD memakamkan jenazah yang lebih dulu datang, jenazah lainnya tetap berada di dalam mobil.

Sedangkan para keluarga menunggu di bawah tenda yang didirikan di area makam. Tenda itu juga sebagai tanda aman bagi para keluarga menyaksikan prosesi pemakaman. Mereka tak boleh mendekat sebelum jenazah selesai dikebumikan.

Mobil jenazah yang antre baru diperbolehkan mendekat setelah proses pemakaman jenazah yang lebih dulu datang selesai dilaksanakan hingga keluarga selesai menaburkan bunga. Proses pemakaman yang dilakukan terhadap jenazah dengan SOP Covid 19 memang relatif cepat. Satu pemakaman berkisar 15 menit. Hal itu karena lubang makam telah disiapkan dengan jumlah banyak.

Jenazah yang datang dengan kondisi di dalam peti dan dilapisi plastik tinggal dimasukan ke dalam liang lahat. Petugas malam pun kemudian tinggal menguruk tanah. Pusara makam bagi para jenazah yang dimakamkan dengan SOP Covid 19 memang tak dilengkapi dengan papan nisan.

Hanya gundukan tanah saja sebagai tanda bahwa itu adalah makam yang sudah terisi. Sedangkan para keluarga baru diperbolehkan mendekat setelah lubang makam selesai ditutup. Mereka harus mengenakan masker dan disemprot disinfektan saat akan mendekati dan setelah dari pusara makam.

"Memang SOP pemakamannya begitu," ucap petugas itu. Petugas makam yang enggan disebutkan namanya mengaku, sejak beberapa hari terakhir jumlah jenazah yang dimakamkan dengan SOP Covid 19 makin bertambah ketimbang sepekan lalu. Bahkan, area makam di Blok AA I yang diperuntukan untuk jenazah SOP Covid 19 kini sudah makin melebar hingga ke tempat yang pekan lalu menjadi area parkir mobil jenazah.

Saar ini, sudah ada puluhan lubang yang disiapkan untuk memakamkan para jenazah yang dilakukan dengan SOP Covid 19. "Karena memang jumlahnya makin banyak sekarang," ujarnya. Sementara itu,Adi, petugas makam TPU Tegal Alur,mengatakan, proses penggalian lubang makam sejak beberapa hari terakhir ini telah menggunakan ekskavator.

Selain digali menggunakan alat berat, jarak antara makam saat ini juga terlihat lebih pendek dibanding makam umum yang ada di TPU Tegal Alur. Bila di makam umum jarak antar makam sekira 1,5 meter, maka untuk jarak antar makam jenazah dengan SOP Covid 19 hanya sekira satu meter saja. Adapun berdasarkan data hingga Minggu (5/4/2020) sore, sudah ada 210 jenazah di TPU Tegal Alur yang dimakamkan dengan SOP Covid 19.

Jumlah tersebut berasal dari 135 jenazah yang dimakamkan di Blok Unit Islam dan 75 jenazah yang dimakamkan di Unit Kristen dan Unit Buddha yang ada di TPU Tegal Alur. Adi mengatakan, jenazah yang dimakamkan dengan SOP Covid 19 ini tak hanya yang sudah positif Covid 19 atau corona. "Mereka yang masih berstatus PDP atau ODP juga kita lakukan dengan protokol Covid 19," katanya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data hingga Minggu (5/4/2020) sore, sudah ada 210 jenazah di TPU Tegal Alur yang dimakamkan dengan SOP Covid 19. Jumlah tersebut berasal dari 135 jenazah yang dimakamkan di Blok Unit Islam dan 75 jenazah yang dimakamkan di Unit Kristen dan Unit Buddha yang ada di TPU Tegal Alur. Adi mengatakan, jenazah yang dimakamkan dengan SOP Covid 19 ini tak hanya yang sudah positif Covid 19 atau corona.

"Mereka yang masih berstatus PDP atau ODP juga kita lakukan dengan protokol Covid 19," katanya. Selain TPU Tegal Alur, Pemprov DKI Jakarta memilih TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, untuk keperluan serupa. Tak hanya Covid 19, jenazah yang meninggal karena penyakit menular lainnya juga biasa dimakamkan di TPU Tegal Alur.

Jenazah ditempatkan satu area dengan jenazah lain yang lebih dulu dimakamkan. Dinas terkait tak membagi blok khusus untuk pemakaman jenazah dengan penyakit menular. Siti menjamin jenazah pasien Covid 19 yang dimakamkan di kedua TPU itu tak akan menulari warga sekitar.

"Dinas Kesehatan memperlakukan jenazah sudah sesuai SOP mereka dan mereka yakinkan bahwa tidak akan terjadi penularan apapun," ujar dia. SOP untuk jenazah pasien Covid 19, sejak dari rumah sakit sudah dikafani dan dibungkus plastik tebal, sebelum dimasukkan ke dalam peti mati. Pemakaman korban Covid 19 yang dimakamkan di TPU milik Pemprov DKI Jakarta mengacu pada Pasal 3 Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman.

Mereka yang dimakamkan, yakni warga ber KTP DKI Jakarta, baik yang meninggal di Jakarta maupun di luar Jakarta. "Serta warga luar Jakarta yang meninggal di wilayah Jakarta," kata Siti. )

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More