Kesehatan

Diet Sejak Remaja Pengaruhi Stunting Pada Masa Depan Anak

Tren yang menganggap bahwa kurus itu cantik, membuat para remaja berlomba lomba menurunkan berat badan. Berbagai cara pun dilakukan, termasuk mengurangi porsi makan harian. Faktanya, diet berlebihan sangat tidak baik bagi tubuh, bahkan untuk masa depan anak kamu! Bukan cuma calon ibu, kurangnya asupan gizi pada remaja perempuan dapat berdampak stunting pada bayinya di masa depan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), sejak janin hingga usia 2 tahun. Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan dalam situs Karger, kebutuhan nutrisi yang kurang ini juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

Minimnya pengetahuan, adapun beberapa informasi diet yang ternyata salah jika terus dilakukan: Sayang sekali kalau kamu melewatkan waktu sarapan, karena justru hal ini membuat kamu makan lebih banyak di siang harinya. Selain itu, diet di jam sarapan dapat membuat konsentrasi kamu terganggu dan menurunkan mood belajar. Minum obat pelangsing tanpa pengawasan dokter bisa membahayakan rahim kamu. Tidak hanya merusak organ tubuh, tetapi juga bisa menimbulkan kematian.

Kamu mungkin berpikir kalau ngemil itu bisa bikin kamu tambah gemuk, akhirnya jam snacking pun terlewatkan. Selain dapat melengkapi kekurangan nutrisi dalam tubuh, snacking ternyata dapat meningkatkan kelancaran metabolisme. Diet yang aman dan sehat adalah diet yang menerapkan gizi seimbang. Gizi seimbang yang dimaksud adalah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral setiap hari dengan porsi dan jadwal yang sesuai. Selain itu, pastikan konsumsi makanan tidak melebihi batas wajar kalori per harinya. Jika pada wanita asupan 1200 1500 kalori per hari dapat membantu menurunkan berat badan, sedangkan bagi pria disarankan untuk mengonsumsi cukup 1500 1800 kalori per hari.

Agar tahu lebih jauh mengenai pencegahan stunting, kamu perlu ikut forum yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi mengenai stunting. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan aktif menggelar Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest), guna menciptakan generasi bersih dan sehat serta bebas stunting. ‘’Kami ambil peran sesuai tupoksi kami. Selain Forum Sosialisasi Genbest, informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang anak bisa diakses melalui situs , media sosial @genbestid dan @infokompmk. Ada pula aplikasi android ‘’Anak Sehat’’ yang bisa diunduh dengan mudah,’’ ucap Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Prof. Dr. Widodo Muktiyo.

Nah, biar terus update soal perilaku hidup sehat, mari aktif mencari informasi!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More