Nasional

Borgol Saya Sibuk Main HP Saat Tetangga Cari Bocah di Sawah Besar Siswi SMP Tulis Status

Bocah 6 tahun yang dibunuh siswi SMP di Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat sempat disangka hilang oleh keluarga dan tetangga. Keluarga APA (6) bahkan sempat mencari ke rumah siswi SMP NF (15). Namun saat ditanya soal keberadaan APA, jawaban NF malah seperti ini.

Tak hanya itu, ketika ditanya oleh tetangga, NF juga sibuk memainkan handphonenya. Rumah siswi SMP tersebut tak jauh dari kediaman korban. Jaraknya hanya sekitar 100 meter.

APA juga diketahui memang sering ke rumah NF untuk bermain dengan adiknya yang berusia 4 tahun. Diketahui NF membunuh APA pada Kamis (5/3/2020) sore. Hampir 24 jam lamanya mereka mencari keberadaan bocah kecil itu.

NF juga tak luput ditanya soal keberadaan APA. Ketika ditanya, NF sangat tenang sehingga warga tak curiga dengannya. Malahan saat ditanya, NF malah sibuk memainkan handphone.

Keluarga hingga tetangga panik bukan kepalang. Namun hanya NF yang bersikap begitu tenang. "NF tenang banget saat itu. Ditanya kan waktu itu, lihat APA tidak. Eh, dia jawab santai, tidak lihat (sambil main handphone)," katanya.

Pada hari yang sama, NF juga sempat menulis status di akun Facebook nya. Status yang ditulis oleh NF sempat dicapture oleh akun Facebook Noven Anggara. Noven mengatakan saat ini postingan, bahkan akun Facebook NF telah dihapus.

"Iyah gak ada," kata Noven. Noven awalnya hanya teman di media sosial saja. Ia sempat tak mengira status yang ditulis oleh NF ternyata sungguhan.

"Enggak mas, dia temen Facebook aja, Sering lewat di beranda buat nge share meme dll Tapi tiba tiba dia bikin status kayak gitu, jadi sama orang lain juga termasuk saya ngiranya bercandaan doang, ternyata itu hal yang serius dan nyata terjadi," kata Noven. Siswi SMP yang bunuh bocah 6 tahun ini tak hanya sekali menulis status.

Ada sejumlah postingan yang dibuat setelah membunuh bocah 6 tahun tersebut. "Balita tak bernyawa itu masih di lemari bajuku. Banyak warga yang mencarinya.

Pak RW selaku polisi dan pak RT yang memeriksa rumah ku seluruhnya tak ada satupun dari yang menemukannya. Tak ada satupun yang tau aku pelakunya. Oke besok siap berserah diri," tulis dalam capture.

Ada sejumlah status lain yang ditulis. "Maljum tengah malem gini, apa bakal bangun dengan kondisi kyk zombie ?" tulisnya. Akun itu kembali menulis membuat pengakuan.

"Saya pelakunya, borgol saya pak (emoticon senyum)" "Penjara/rehabilitas?" Lalu ia menulis status dalam perjalanan dan sedang berada di dalam sebuah mobil.

"Otw" "Pak polnya baik hehe" tulisnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan jajaranPolresMetroJakartaPusattelah menanyakan beberapa pertanyaan.

Satu di antaranya menanyakan ihwal perasaan pelaku seusai membunuh APA, korban dari NF. "Bagaimana perasaannya setelah kejadian ini, satu yang paling gampang dan dikatakan, (saya puas)," kata Yusri, saat konferensi pers, di kantorPolresMetroJakartaPusat, Sabtu siang (7/3/2020). Yusri mengatakan, kalimat 'saya puas' selalu keluar dari bibir NF ketika ditanya hal yang sama.

Berulang kali, NF secara tenang menjawab begitu. "(Saya puas). Iya, berulang kali dengan tenang dia jawab begitu," tambah Yusri. Karenanya, kepolisian menduga ada suatu hal yang mesti melibatkan pakar psikolog.

"Makanya pelaku akan kami lakukan pemeriksaannya secara psikologi," ujar Yusri. Ia pun menyebut, pihaknya mencecar sejumlah pertanyaan terkait keseharian gadis yang kini masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama (SMP) itu "Kami tanya soal kesehariannya, kebiasaan (pelaku) seperti apa," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2020).

"Nanti hasilnya untuk melengkapi bahan penyidikan kami," tambahnya. Terkait rencana pemeriksaan sejumlah saksi lainnya, seperti guru ataupun teman pelaku di sekolah, ia menampiknya. Susatyo menyebut, pihaknya kini tengah fokus untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

"Sementara ini (keterangan guru dan teman sekolah) belum diperlukan ya" ujarnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Load More