Dua Ruas Tol Waskita Karya akan Dikuasai Perusahaan asal Hong Kong

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) anggota indeks Kompas100 ini, yakniPT Waskita Toll Road (WTR) akan mengumumkan hasil divestasi dua jalan tolnya. Investor dua ruas jalan tol tersebut akan diakuisisi oleh perusahaan asal Hong Kong yaitu Road King Infrastructure (RKI) Group. Sebelumnya, mediaDealStreetAsiasudah lebih dulu memberitakan bahwa RKI sedangmempersiapkan proses akuisisi aset WTR tersebut.

Direktur Utama WTR Herwidiakto juga mengonfirmasi hal itu. Ia menyatakan pihaknya tengah bernegosiasi persyaratan untuk penandatangan hasil penjualan dua ruas tolnya yang akan dilangsungkan pada Senin (30/9) depan. "Angkanya sudah deal. Tapi kami masih bahas syarat syarat untuk PPJB," kata Herwi kepada Kontan pada Jumat (27/9).

Rencananya, RKI Group akan mengakuisisi dua ruas tol WTR yaitu Solo Ngawi dan Ngawi Kertosono. Investasi dari pelepasan jalan tol tersebut bernilai lebih dari Rp 2 triliun. Sementara itu, Herwi mengatakan untuk tiga ruas lainnya tidak ditargetkan dijual tahun ini. Namun, sudah ada beberapa calon investor yang sedang mengkaji ruas lain milik anak usaha WSKT tersebut. Baca Juga: Upayakan perbaikan kinerja, begini rekomendasi untuk Waskita Karya (WSKT)

Antara lain seperti Astra Infra dan Jasa Marga. "Pihak Astra dan Jasa Marga masih proses mengkaji," tambah Herwi. Kendati demikian, Herwi menyatakan pihaknya menganggap siapa pun calon investornya memiliki kesempatan yang sama. Lebih lanjut, pihak WTR terbuka bagi investor manapun termasuk asing jika berminat akan ketiga ruas tol tersebut. "Kami terbuka pada siapa saja asal memiliki NDA. Tiga ruas tol itu juga targetnya kan bukan tahun ini," tutup Herwi.

Smart SIM sudah Bisa Didapatkan di Tiga Polres Wilayah Polda Banten

Tak lama setelah diluncurkan, beberapa waktu lalu, Smart Surat Izin Mengemudi (Smart SIM) atau SIM Pintar telah diberlakukan. Ada 3 Polres wilayah hukum Polda Banten yang telah menerapkan Smart SIM ini yakni Polres Serang Kota, Polres Lebak dan Polres Cilegon. “Untuk wilayah Polda Banten sendiri yang sudah siap sarana prasarana dan aplikasinya,” jelas AKBP Mahes Sudiwo, Wadirlantas Polda Banten.

Sementara tiga polres lainnya yakni Tangerang, Serang, dan Pandeglang akan menyusul secepatnya jika aplikasi, sarana, serta prasarananya sudah siap. “Kalau sudah siap, kita akan segera launching,” ungkap Wadirlantas Polda Banten. Wadirlantas Polda Banten menjelaskan, Smart SIM bisa berfungsi sebagai alat pembayaran elektronik.

Misalnya transaksi e Toll dan pembayaran elektronik di beberapa supermarket. Kasat Lantas Polres Serang Kota, AKP Ali Rahman menerangkan, hari pertama penerapan Smart SIM, sebanyak 113 kartu diterbitkan.

Selama Belum Diresmikan Presiden Jokowi, Tol Cijago Masih Gratis

Tol Cinere Jagorawi (Cijago) Seksi II (Raya Bogor Kukusan) diujicobakan mulai Sabtu (28/9/2019) pukul 00.00. Uji coba ini tak dikenakan tarif alias gratis hingga waktu peresmian yang masih menunggu kesiapan Presiden Joko Widodo. Uji Coba Tol Cijago Seksi II berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Penetapan Pengoperasioan Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor Kukusan).

Uji coba ini juga berdasarkan surat permohonan uji coba dari PT Translingkar Kita Jaya (TLKJ) pada 24 September 2019, serta memperhatikan surat Direktur Jenderal Bina Marga perihal Sertifikat Laik Operasi. Atas dasar surat di atasBadan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memberikan izin uji coba Jalan Tol Cijago Seksi II. "Kami sampaikan bahwa Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor Kukusan) bisa diujicobakan pengoperasian tanpa tarif yang di mulai pada Sabtu 28 september 2019, pukul 00.00 WIB," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit dalam surat yang disampaikan ke PT TLKJ selaku operator Tol Cijago di Kota Depok, Jumat (27/9/2019).

Sampai kapan uji coba Jalan Tol Cijago Seksi II, merujuk surat dari BPJT, akan dilaksanakan sampai keluarnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi II diterbitkan. Jalan Tol Cijago Seksi II yang menghubungkan Jalan Raya Bogor Kukusan sepanjang 5,5 km sudah pernah diujicobakan secara fungsional selama sepekan saat Lebaran Idul Fitri pada Juni 2019. "Secara konstruksi sudah selesai 100 persen dan siap dipergunakan, tidak ada masalah dan juga sudah ada sertifikat laik operasi," ujar Direktur Utama PT TLKJ, Hilman Muchsin kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Berdasarkan pantauan di lapangan, secara keseluruhan Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor Kukusan) sudah layak beroperasi.

Mahasiswa Penerima Dana dari Ananda Badudu Dibebaskan

Kanit 4 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard mengatakan akan memulangkan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang menerima dana dari Ananda Badudu senilai Rp 10 juta. Mahasiswa yang dimaksud adalahAhmad Nabil Bintang. Dia dipastikanakandikembalikankekeluarga, setelah ditahan di Mapolda Metro Jaya, sejak Rabu (25/9/2019). Ahmad Nabil diamankan petugas saat demo mahasiswa yang digelar di depan gedung DPR sejak Selasa (24/9/2019), berujung ricuh.

Nabil diketahui membawa HT milik polisi yang diduga dirampasnya. Belakangan diketahui, Nabil mendapatkan HT itu dari mahasiswa lain yang berada di mobil komando saat aksi unjuk rasam Unjuk rasa ini digelar mahasiswa, untuk menuntut dibatalkannya pengesahan sejumlah rancangan undang undang oleh DPR termasul RUU KPK dan RUU KUHP, karena dinilai merugikan kepentingan rakyat. "Untuk kasus ini akan kita lakukan pembinaan. Karena dari hasil diskusi, mereka sudah minta maaf dan mengakui salah. Kita lihat juga usia mereka masih produktif. Jadi kita kembalikan ke orang tua," kata Rovan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019).

Selain mengembalikan Nabil ke orangtua, kata Rovan, pihaknya juga memutuskan mengembalikan Latief, mahasiswa Universitas Padjajaran ke keluarga. Latief adalah mahasiswa yang diketahui membawa tameng huru hara milik polisi dan videonya sempat viral di medsos. "Untuk Latief juga sama, dikembalkan ke orangtua untuk dibina," kata Rovan. Nabil sendiri mengaku menerima transferan uang Rp.10 juta dari Ananda. Uang didapat Ananda dari penggalangan dana yang digagasnya untuk mendukung aksi unjuk rasa mahasiswa.

Ananda menghimpun dana melalui situs kitabisa.com. Nabil sendiri mengaku menerima uang Rp 10 Juta dari Ananda Badudu, setelah ia memintanya atas nama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Dana itu kata Nabil untuk transportasi, akomadasi dan logistik, ribuan mahasiswa UIN Syarih Hodayatullah berunjuk rasa di DPR.

"Kita semua tahu Ananda menggalang dana dari masyarakat untuk membantu mahasiwa unjuk rasa menolak pengesahan sejumlah RUU," kata Nabil. Karena itu pulalah Ananda Badudu dijemput paksa polisi dari rumahnya di Bekasi dan dibawa ke Polda Metro. Keterangannya diklarifikasi dengan keterangan Nabil.

Hari Ini, Mujahid 212 Selamatkan NKRI Bakal Turun ke Jalan

Parade Tauhid Indonesia yang akan digelar, Sabtu (28/9/2019), berubah nama menjadi Muhajid 212 Selamatkan NKRI. Ketua panitia Ustad Edy Mulyadi, mengatakan, perubahan nama itu menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis. "Dengan perubahan ini kembali kami menegaskan bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik," kata Ustadz Edi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (27/9/2019).

Edi mengatakan, aksi Muhajid 212 Selamatkan NKRI itu akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta. Tidak hanya perubahan nama, titik kumpul massa aksi juga berubah. Sebelumnya peserta akan berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, pukul 06.00 WIB lalu bergerak ke Monas. Rencana berubah menjadi titik kunpul di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB, bergerak menuju Istana.

"Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis,” ucapnya.

Punya Kompetensi Akademik dan Karir Militer, Guru Besar UNJ Sebut Jendral Ini Cocok Jadi Menhan

Guru besar Universitas Negeri Jakarta Prof DR Dedi Purwana E. S.,M.Bus menyatakan, sudah saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih calon menteri yang memiliki lima kreteria ini. Pertama, profesionalitas. Hal ini dilihat dari rekam jejak, pengalamannya sesuai bidang kementerian yang akan dijabatnya. Kedua, mempunyai kapasitas intelektual yang mumpuni dan sesuai dengan adagium lama, _the right man on the right job_.

Ketiga, berintegritas dan bermoral, hal tersebut harus jadi pijakan kuat untuk menjadikan sebagai pejabat publik punya benteng moral yang kuat. Keempat, akuntalibilitas. Sebagai pejabat publik, harus merepresentasikan suara rakyat, akuntabilitas dalam arti bertanggungjawab bukan saja kepada presiden, tetapi juga kepada masyarakat. Kelima, punya kemampuan mengambil kebijakan. Biasanya kebijakan publik seringkali terseret oleh kepentingan bangsa, imbas dari keputusannya untuk masyarakat dan harus proporsional.

"Itu harapan akademisi. Jika kelima syarat tersebut terpenuhi, mau dari partai politik atau pun professional, tidak masalah. Saya yakin menteri tersebut akan mampu memecahkan dengan baik isu isu yang saat ini belum selesai,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/09/2019). Melihat kondisi Indonesia saat ini, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta ini mengingatkan Presiden Jokowi agar lebih hati hati dalam memilih orang untuk duduk di Menteri Pertahanan. Menurutnya, untuk menduduki kursi Menhan, harus benar benar orang yang mengerti soal pertahanan.

“Sebaiknya ada kombinasi antara akademisi dan militer. Jika kombinasi tersebut digabungkan, maka akan ideal, intelektual akademis ada, karir militernya ada," katanya. Dedi beralasan, Menhan yang demikian itu akan mampu mengkaji dan menganalisis isu isu pertahanan untuk melindungi NKRI dari ancaman infiltrasi dan keluar negeri juga bisa _show of force_ bahwa pertahanan Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam pandangannya, sosok ideal calon Menhan itu adalah rekan sejawatnya, yakni Letjend TNI (purn) Prof DR Syarifuddin Tippe, M.Si, Guru Besar Manajemen Stratejik Pertahanan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

"Awalnya saya ragu dengan kapasitas beliau secara akademisi, tetapi setelah dia bisa beradaptasi dengan dunia akademisi yang egalitarian, dan mampu memotivasi dosen dosen muda untuk mengejar gelar buru besar, saya baru yakin," ungkapnya. Secara profil, lanjutnya, selama ini banyak guru besar yang tidak mau mengajar di jenjang pendidikan D3 atau S1, namun berbeda dengan Syarifuddin Tippe. “Justru dia mau mengajar di semua jenjang. Alasanya agar ia bisa mengajarkan cinta negara dan bela negara kepada generasi milenial saat ini, sehingga generasi muda tidak muda terpapar infiltrasi paham ideologi dari luar yang mengancam kedaulatan NKRI," katanya.

Sebagai akademisi, Dedi menginginkan sosok Menhan yang punya gabungan kompetensi intelektualnya seperti Prof Juwono Sudarsono dan punya karir militer seperti Ryamizard Ryacudu. "Gabungan dari keduanya, menurut hemat saya, itu di sosok Jenderal Prof. Syarifudin Tippe,” tutup tandasnya.

Terbitkan Visa Turis, Arab Saudi Longgarkan Aturan Berbusana di Tempat Umum

Pemerintah Arab Saudi, pada Jumat (27/9/2019), resmi akan mulai terbuka untuk pariwisata dan menawarkan visa turis untuk pertama kalinya. Langkah tersebut akan semakin membuka negara kerajaan Islam ultra konservatif itu bagi wisatawan sebagai bagian dari menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata. Pariwisata juga menjadi salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasikan ekonominya menjauh dari minyak bumi.

Sebagai konsekuensi dibukanya pariwisata di kerajaan itu, pemerintah juga akan melonggarkan aturan berpakaian bagi turis wanita asing yang tidak diharuskan mengenakan abaya di tempat umum. "Kita membuat sejarah pada hari ini," ujar Kepala Pariwisata Arab Saudi Ahmed al Khateeb dalam sebuah pernyataan. "Untuk pertama kalinya, kami akan membuka negara kami untuk wisatawan dari seluruh dunia," tambahnya, dikutip AFP.

Dengan dibukanya pintu pariwisata di Arab Saudi, warga negara dari 49 negara akan berhak mendapatkan visa online maupun visa on arrival, termasuk warga Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa. Program pariwisata memang menjadi salah satu program reformasi Visi 2030 dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dalam mempersiapkan perekonomian negaranya untuk era pasca minyak. Namun negara konservatif, yang melarang alkohol dan terkenal dengan pemisahan pria dan wanita, itu dipandang tidak mungkin menjadi tujuan pariwisata global, selain untuk para peziarah Muslim yang hendak mengunjungi tempat tempat suci di Mekkah dan Madinah.

Otoritas pariwisata tetap tegas bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan alkohol, tetapi Khateeb mengatakan tidak ada batasan bagi turis wanita asing yang tidak ditemani dan tidak diwajibkan mengenakan abaya di tempat umum. Sebelumnya, visa bagi warga asing yang ingin mengunjungi Arab Saudi hanya dibatasi untuk pekerja asing dan keluarga mereka, serta para peziarah Muslim yang hendak melakukan ziarah ke situs suci di Mekkah dan Madinah, atau untuk ibadah umroh dan haji.

Rieka Roslan Kolaborasi dengan Tiwi Kembali Populerkan Lagu ‘Oh Kasih’

— Lagu ‘Oh Kasih’ yang dulu sempat populer dibawakan oleh Shanty siap dipopulerkan kembali oleh Rieka Roslan dan Tiwi mantan grup vokal T2. Rieka Roslan punya hubungan erat dengan lagu ‘Oh Kasih’ ini karena Tieka Roslan lah yang menciptakan lagu yang populer di awal tahun 2000 an itu. Sehingga dengan dirilisnya kembali lagu ‘Oh Kasih’ Rieka Roslan juga ingin lebih memperkenalkan diri sebagai pencipta lagu.

“Mungkin belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa saya juga adalah penulis lagu,” papar Rieka Roslan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019). Berbeda dengan lagu yang dibawakan Shanty, di kolaborasi dengan Tiwi aransemennya musiknya mencampurkan antara musik disko dan musik samba. “Saya ingin memperkenalkan dance music gak cuma disko doang tapi membalut disko lebih samba dan progresif chordnya lebih kema mana sedikit, harmoni nya juga lumayan,” ungkap Rieka Roslan.

Sementara untuk pemilihan Tiwi T2 sebagai rekan duetnya, Rieka menyebut alasan pertama adalah kedekatan, karena Rieka pernah menjadi juri bagi Tiwi T2 saat di ajang Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Kemudian faktor lainnya adalah Rieka Roslan suka dengan karakter Tiwi yang selalu berusaha mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. “Saya suka spiritnya dia, keinginan dia karena waktu itu dulu banyak yang bilang Tiwi hanya modal cantik atau apa tapi selama di Asrama dia belajar keras, dia dikasih tantangan apa berani,” ucap Rieka Roslan.

Tiwi pun menceritakan selain kedekatan dengan Rieka Roslan, Tiwi juga mau diajak berduet dengan Rieka karena ia sangat menyukai lagu ‘Oh Kasih’. Walaupun sempat merasa gak pede karena diajak berduet dengan Rieka Roslan, namun setelah mendapatkan arahan dan tidak banyak tuntutan dari Rieka Roslan pede dengan hasil kolaborasinya. “Akhirnya latihan dan Teh Rieka guide aku, alhamdulilah walaupun keluar dari genre aku tapi aku suka banget sama musik yang dibuat oleh Ali Akbar ini juga,” pungkas Tiwi.

Update Kebakaran Gudang Kapas PT Sritex, Tidak Ada Korban Jiwa

Terjadi kebakaran di gudang kapas milik PT Sritex, Sukoharjo, pada Jumat (27/9/2019). Selamat malam rekan rekan media, menanggapi kabar berita mengenai kebakaran yang terjadi di wilayah operasional Sritex, kami ingin membenarkan bahwa kabar tersebut benar. Kebakaran tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat 27 September 2019 pukul 22.00 dan terpusat pada Sritex 2 di salah satu gudang kapas cadangan. Hasil laporan lapangan, kebakaran tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan lainnya. Namun hingga saat ini, kami sedang berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan api.

Informasi terakhir yang kami dapatkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mohon dukungan dan doa dari teman teman agar api ini dapat segera dipadamkan dan aktivitas dapat kembali normal. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi malam ini. Terimakasih Salam, Joy Citradewi Sritex Communications

Ini yang Bikin Harga Seken Toyota Sienta Anjlok tapi Honda Freed Stabil

Mobil Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) dengan pintu geser memang terbilang jarang di pasar otomotif tanah air. Untuk mobil kelas LMPV pintu geser dengan tahun muda, hanya ada dua mobil yang bersaing yakni Toyota Sienta dan Honda Freed. Honda Freed sendiri sudah disuntik mati sejak 2016 lalu.

Namun untuk penjualan mobil bekas kedua mobil tersebut, harga Toyota Sienta dan Honda Freed selisihnya terpaut hingga Rp 40 juta untuk tahun yang sama. "Untuk harga Toyota Sienta dan Honda Freed di tahun yang sama misalnya tahun 2016 itu bedanya hampir di angka Rp 40 jutaan," kata Sugiyanto, Marketing showroom Allison Automobile, Bintaro saat ditemui ,(16/9/2019). Sugiyanto mengatakan, perbedaan ini karena untuk penjualan used car harga Toyota Sienta memang anjlok.

"Harga seken Sienta itu anjlok, di showroom kami ada Sienta tipe Q itu tipe tertinggi tahun 2017 kami jual Rp 219 juta, padahal itu harga barunya bisa hampir Rp 300 jutaan," kata Sugiyanto (16/9/2019) lalu. Sementara untuk Honda Freed, Sugiyanto mengungkapkan harga sekennya cenderung lebih stabil. "Buat Honda Freed harga bekasnya lebih stabil, kami punya Freed keluaran tahun terakhir sebelum diskontinu tahun 2016 dengan fitur paling lengkap AC sudah double blower harganya masih Rp 239 juta," kata Sugiyanto.

"Sienta sendiri untuk tahun yang lebih muda lagi misalnya 2018 harganya selisih gak banyak masih Rp 10 jutaan. Jadi tetap gak ngejar harga Sienta dengan Honda Freed," tambahnya. Sugiyanto menambahkan, Toyota Sienta kelasnya berbeda dengan Honda Freed yang dibuat untuk kalangan menengah ke atas. "Untuk harga barunya memang Freed lebih mahal daripada Sienta, karena Honda Freed memang pasarnya menengah ke atas, namun untuk penjualan sekennya Sienta peminatnya kurang," ungkap Sugiyanto.